Langsung ke isi

Artikel Perawatan

Kenapa website berhenti diperbarui setelah jadi, dan lima hal yang perlu Anda pegang sendiri

Tim SignadigTerbit 4 menit baca

Ringkasnya

Website jarang mati karena teknologinya. Website mati karena tidak ada yang ditugaskan merawatnya. Pegang lima hal ini sendiri: domain atas nama Anda, akses admin yang tersimpan di lebih dari satu orang, penanggung jawab isi, cadangan (backup), dan pembaruan keamanan.

Polanya hampir selalu sama. Website dibuat, diresmikan, dibagikan ke grup WhatsApp. Tiga bulan kemudian promonya masih promo lama. Setahun kemudian ada yang bertanya kenapa alamat websitenya tidak bisa dibuka.

Penyebabnya jarang teknis. Penyebabnya adalah tidak ada yang ditugaskan merawat website setelah jadi. Pembuatnya pindah ke proyek lain, dan pemilik usaha mengira website akan berjalan sendiri.

Berikut lima hal yang sebaiknya Anda pegang sendiri, siapa pun yang membuat website Anda.

1. Domain terdaftar atas nama Anda

Domain adalah alamat usaha Anda di internet. Kalau didaftarkan memakai akun atau nama orang lain, misalnya freelancer yang dulu membuat website, alamat itu bisa ikut hilang saat hubungan kerja selesai.

Yang perlu Anda simpan: nama penyedia domain, akun login-nya, dan tanggal kedaluwarsa. Catat tanggal itu di kalender dengan pengingat sebulan sebelumnya. Domain yang lewat masa tenggang bisa didaftarkan orang lain.

2. Akses admin tersimpan di lebih dari satu orang

Kata sandi hosting dan panel admin yang hanya diketahui satu orang adalah risiko. Orang itu bisa resign, pindah tugas, atau sekadar lupa.

  • Simpan akun di pengelola kata sandi atau dokumen terkunci milik usaha, bukan di HP pribadi.
  • Buat akun admin terpisah untuk setiap orang, jangan satu akun dipakai bergantian.
  • Saat ada staf yang keluar, hapus akunnya hari itu juga.

3. Ada satu nama yang bertanggung jawab atas isi

“Nanti siapa saja yang sempat” artinya tidak ada yang mengurus. Tunjuk satu orang yang bertugas memperbarui isi website, dan sepakati jadwalnya. Tidak perlu sering. Sebulan sekali mengecek harga, jam buka, dan pengumuman sudah jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

4. Cadangan (backup) rutin, dan pernah dicoba dipulihkan

Backup yang belum pernah dicoba dipulihkan belum tentu bisa dipakai. Tanyakan ke penyedia hosting atau pembuat website Anda: seberapa sering backup dibuat, disimpan di mana, dan berapa lama proses pemulihannya.

5. Pembaruan keamanan berjalan

Website yang memakai CMS seperti WordPress terdiri dari sistem inti, tema, dan plugin yang terus diperbarui pembuatnya. Pembaruan itu sering berisi penambal celah keamanan. Website yang tidak pernah diperbarui adalah sasaran empuk penyusup, termasuk yang menyisipkan halaman judi online.

Cek cepat: lima pertanyaan untuk Anda sendiri

  1. Domain website saya terdaftar atas nama siapa, dan kapan habisnya?
  2. Siapa saja yang tahu cara masuk ke panel admin?
  3. Siapa yang terakhir kali mengubah isi website, dan kapan?
  4. Kapan backup terakhir dibuat?
  5. Kapan sistem dan plugin terakhir diperbarui?

Kalau ada satu pertanyaan yang jawabannya “tidak tahu”, itu titik yang perlu dibereskan lebih dulu.

Penutup Mulai dari percakapan

Ceritakan usaha atau lembaga Anda. Rancangannya menyusul.

Kirim pesan berisi nama usaha atau lembaga dan apa yang ingin dibenahi: belum punya website, website lama yang tidak terurus, atau stok dan kasir yang masih dicatat di buku.

Konsultasikan website Anda